Bila PSBB Dilonggarkan, Sandiaga Usul UMKM Konsumsi Dibuka Duluan


Siapsapa
1 subscriber

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut, ada dua perhatian utama baginya ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai dilonggarkan, yaitu faktor risiko kesehatan masyarakat dan faktor dampak ekonomi.

Menurutnya, dari 4 zona yang ia sebut, yaitu "Go Zone", "Pivot Zone", "Check Zone", dan "Wait Zone" pasca PSBB dilonggarkan.

Adapun untuk permulaan, yang harus dilakukan pemerintah adalah membuka kembali UMKM yang bergerak di sektor konsumsi.

Baca juga: Sektor Mana yang Paling Cepat Bangkit Saat New Normal? Ini Kata Sandiaga

"Secara umum, kita bagi dalam 4 bagian, Zona 1, saya sebut sebagai Go Zone. Faktor risiko kesehatan masyarakatnya paling rendah, dan dampak ekonominya tinggi. Jenis kegiatan di zona ini adalah yang paling pertama harus dibuka," kata Sandiaga melalui unggahan pada akun Instagram pribadinya @sandiuno, dikutip pada Minggu (31/5/2020).

"Segala kegiatan yang berhubungan dengan terbukanya lapangan kerja, juga ketersediaan dan kestabilan harga-harga bahan pokok dan kebutuhan sehari-sehari, harus masuk dalam Go Zone. Contoh, UMKM yang menopang 60 persen dari ekonomi kita, dan 97 persen lapangan kerja. Lebih spesifiknya adalah UMKM yang bergerak di sektor konsumsi," ucapnya.

Lalu zona 2, disebut oleh Sandiaga sebagai "Pivot Zone" yang menurutnya dampak risiko kesehatannya rendah, namun dampak ekonominya tidak terlalu tinggi.

"Sebagai contoh, sektor industri olahan dan pabrik. Ini bisa mulai dibuka secara bertahap dengan menjalankan protokol kesehatan yang benar," jelas Sandiaga.

Baca juga: Menurut Sandiaga Uno, Begini Seharusnya Tahapan New Normal Dilakukan

Kemudian zona 3 adalah "Check Zone," yaitu dampak ekonominya tinggi, namun dampak risiko kesehatan masyarakatnya juga tinggi.

Menurutnya, jenis-jenis usaha seperti pariwisata masuk dalam kategori tersebut karena adanya masyarakat yang berkumpul.

Sektor ini lanjut Sandiaga, harus dilakukan dengan suatu pendekatan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Terakhir yang menurutnya agak berisiko kala PSBB direlaksasi ada zona 4 yaitu "Wait Zone".